Jumlah air di Bumi adalah konstan
Weather

Jumlah air di Bumi adalah konstan

Tahukah Anda bahwa jumlah total air di Bumi adalah tetap? Jumlah air tidak diperoleh atau hilang antara Bumi dan atmosfernya.


Apa yang perlu Anda ketahui

  • Jumlah air di Bumi dan atmosfer adalah konstan
  • Air mengalami beberapa perubahan fase saat melewati siklus air
  • Air yang tersimpan di gletser bisa berumur ribuan tahun
  • Air laut naik saat es di kutub mencair

Air adalah senyawa dari dua unsur, hidrogen dan oksigen. Satu molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Ia melewati enam perubahan fase saat bergerak melalui siklus air.

Perubahan fase tersebut adalah kondensasi dan evaporasi, pembekuan dan pencairan, serta pengendapan dan sublimasi.

Air bisa berwujud cair, padat dan gas saat bergerak melalui siklus air. Pada tingkat yang paling dasar, air cair disimpan di lautan, sungai dan danau.

Ketika energi panas ditambahkan (kebanyakan oleh matahari), air dialihkan ke keadaan gasnya. Ini dikenal sebagai uap air. Uap air di atmosfer tetap gas sampai cukup dingin dan menjadi tetesan air, membentuk awan. Perubahan fase ini disebut kondensasi.

Jika suhu cukup dingin, uap air langsung menuju kristal es. Perubahan fase ini disebut deposisi. Awan tinggi yang dikenal sebagai awan cirrus terbentuk dari proses ini. Salju juga terbentuk oleh proses ini, yang disebut Proses Bergeron.

Proses koalesensi tumbukan terjadi ketika butiran awan saling bertumbukan membentuk butiran awan yang lebih besar. Akhirnya, tetesan menjadi begitu besar atau berat sehingga gravitasi tidak bisa lagi menahannya di awan. Akibatnya, mereka jatuh ke tanah sebagai tetesan air hujan.

Ketika air hujan menyentuh tanah, ia akan mengalir kembali ke lautan, danau, atau sungai tempat asalnya. Namun, mungkin juga diserap ke dalam tanah, pindah ke akuifer atau menjadi air tanah.

Demikian pula, ketika kepingan salju jatuh ke tanah, mereka mungkin menjadi bagian dari bungkusan salju musim dingin dan akhirnya mencair dan mengalir ke sungai dan sungai yang mengalir ke danau dan akhirnya kembali ke laut.

Pada titik ini, prosesnya dimulai dari awal lagi.

Namun, jika kepingan salju mendarat di gletser, itu bisa disimpan selama ratusan ribu tahun.

Mengingat Bumi saat ini sedang mengalami masa pemanasan, salju berusia ribuan tahun yang terkurung di kutub terus mencair.

Intinya adalah bahwa jumlah air di Bumi dan di atmosfernya tetap konstan saat melewati siklus air. Grafik di bawah ini adalah ilustrasi yang sangat mendasar tentang air saat bergerak melalui siklus air.

Sumber: NASA

Posted By : pengeluaran sidney hari ini